Posted by: ukasbaik on: November 29, 2008
Author: Adiwarman Karim
Gagasan ilmuwan Muslim dalam pengembangan konsep ekonomi Islam ditanggapi dengan cukup beragam di seluruh pelosok dunia. Secara umum, tanggapan itu terbagi dalam dua kelompok: kelompok yang pesimis dan yang optimis. Kelompok pertama berpendapat, terdapat sejumlah faktor penghambat dalam mengembangkan konsep ekonomi Islam, terutama kesulitan dalam aspek epistemologi dan metodologi sementara signifikansi persoalan pun masih diperdebatkan. Sebaliknya, kelompok kedua memandang gagasan ini mutlak dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan hakiki umat manusia.
Harga
Rp. 56.000
Rp. 50.000
Posted by: ukasbaik on: November 29, 2008
Author: Ikhwan Abidin Basri
Dalam dunia pengetahuan, yang selama ini diamini banyak orang, pernah terjadi apa yang disebut dengan abad kegelapan (dark age). Pada saat itu, dikatakan telah terjadi kemandegan pemikiran manusia dalam ilmu pengetahuan. Dunia pada abad 8 sampai pada abad 13 masehi dikatakan telah terputus mata rantai ilmu dan pemikiran manusia. Setidak-tidaknya inilah yang mendominasi pikiran para intelektual Barat yang menyebar keseluruh dunia, bahkan umat muslim dunia pun menjadi bagian yang mempercayainya. Seolah-olah ilmu pengetahuan muncul secara tiba-tiba dan berkembang kembali bersamaan dengan kesadaran dunia Barat beserta perkembangan peradabannya.
Ada masa yang hilang selama kurun waktu 7 – 8 abad dari sejarah perkembangan dunia. Sebenarnya, pada masa itu adalah masa kejayaan Islam. Dimana umat Islam pada masa itu telah mencapai puncak kejayaan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi disegala bidang. Sumbangsih ilmiah dan pemikiran para ulama dan ilmuwan Islam telah dikesampingkan. Dalam tataran penemuan-penemuan teknologi dan pemikiran ilmiah peran mereka tidak pernah disebutkan sama sekali. Disini telah terjadi kecurangan ilmiah yang dilakukan dunia Barat. Hal itu terjadi disegala bidang. Dalam pengetahuan ilmu ekonomi lebih dikenal Adam Smith sebagai Bapak Ekonomi. Begitupun di bidang lain akan tersebut nama Galileo, Thomas Alva Edison dll. Sementara para pemikir muslim tidak pernah tersebut sama sekali.
Penulisan buku Menguak Pemikiran Ekonomi Islam Ulama Klasik telah memberikan sedikit gambaran tentang peran para ulama dan ilmuwan muslim klasik untuk sumbangsih mereka terhadap ilmu pengetahuan, terutama bidang Ekonomi Islam.
Harga
Rp. 30.000
Rp. 25.000
Posted by: ukasbaik on: November 29, 2008
Author: Dr. Ahmad Hasan
Mata uang emas dinar dan perak dirham, yang pernah dipakai sebagai alat transaksi sejak zaman Romawi hingga runtuhnya kekhalifahan Ottoman Turki pada 1924, saat ini dibanyak negara sudah tidak dipergunakan lagi dalam bertransaksi. Dalam setiap transaksi yang digunakan hanya mata uang kertas (fiat money). Kondisi ini menjadikan para ulama berbeda pandangan dalam mengaplikasikan hukum fiqih yang berlaku pada dirham perak dan dinar emas terhadapa mata uang kertas.
Buku ini membahas secara komprehensif konsep mata uang dalam Islam dan permasalahan mata uang kertas. Metode yang digunakan adalah metode istinbath (penulusuran sumber-sumber pendapat para ahli fiqih yang berhubungan dengan masalah keuangan), lalu disimpulkan menjadi Ta’shil Fiqh (dasar hukum fiqih) terhadap mata uang kertas.
Harga
Rp. 65.000
Rp. 55.000